Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Hanan akhirnya berubah

Gambar
Hanan adalah nama seorang murid di kelas ku, awal melihat nya aku agak terheran-heran karena menurut ku anak itu agak sedikit aneh, bila kuceritakan masalah hal kebaikan, pasti dia malah melakukan hal sebaliknya, seperti dalam salah satu pembelajaran mengenai perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan , semua siswa takjub dengan para pejuang Indonesia karena keberanian nya. Akan tetapi anak tersebut malah menangis, sambil berkata :  " Aku sedih kenapa Belanda kalah, masa sih orang Belanda kan keren, persenjataan nya lengkap orang nya Cakep-cakep masa iya kalah sama bangsa Indonesia yang hanya pakai bambu runcing".  Huuu... Huuu.... Ihik..... Huuuu.... Melanjutkan menangis nya. Serentak teman-temannya menyoraki Hanan dan kelas pun menjadi riuh sekali.  "Hanan, itulah yang di sebut karena Rahmat Allah dan keinginan luhur, maka bangsa Indonesia dapat merdeka dari Belanda". Tapi tetap kulihat anak itu tak terima dengan pendapat ku.  Akupun mendiskusikan ...

kulihat lagi wajah-wajah itu

Gambar
Pagi ini udara cerah, Alhamdulillah saat ku sampai di sekolah tidak hujan. Biasanya hujan karena memang bertepatan bulan Januari, jadi bila hujan di pagi hari adalah hal biasa, tetapi hari ini cukup cerah. Memasuki halaman sekolah anak-anak yang sudah datang lebih awal sedang bermain atau hanya sekedar duduk ngobrol tentang liburan sekolah semester kemarin.  Bahan ajar yang telah kusiapkan sebelum nya adalah membahas tentang paragraf dan cerita fiksi, jadi tepat lah untuk pembelajaran menceritakan kembali pengalaman berdasarkan liburan semester kemarin.  Dengan tahapan-tahapan membuat paragraf yang benar dan penulisan yang rapi serta ku sampai kan jurnal penilaiannya. Sebab bila anak mengetahui kriterianya mereka akan berusaha untuk membuat yang sangat baik.  Setelah selesai mereka mengumpulkan hasil karangan, benar saja mereka menceritakan hampir semua detail ceritanya. Hanya ada 5- 7 orang saja dari 41 siswa ku yang kurang rapi atau kurang sempurna.  Ha...

Pada Subuhku

Tubuh yang sudah tidak muda ini terbangun saat semuanya masih terlelap, mata yang sudah terbelalak tidak bisa di pejamkan lagi, begitulah susana diriku di subuh hari seperti ada alarmnya. Suasana dingin tidak menyurutkanku untuk pergi berwudhu, dihamparkan sajadah hijau dan di kenakannya mukena ungu pemberian anak yang sekarang tinggal di kota lain.  Dalam sujudku, semua berpasrah hanya padaNya pemberi kehidupan, pemberi rejeki dan maha pengampun, itulah yang membuatku berdo'a penuh harap, agar di berikan kekuatan untuk menjalani kehidupan ini.  Tanpa di minta anak-anak akupun selalu mendoakan mereka agar semuanya sukses, di berikan kekuatan dan kemudahan dalam segala urusan dan keselamatan dunia akhiratnya.  Mengapa hal seperti ini selalu kulakukan, karena dulunya orang tuaku pun melakukan hal yang sama untuk anak-anak nya.  Subuh adalah merupakan awal permulaan kehidupan setelah manusia mati sementara, yaitu tidur semalaman. Maka betapapun manusia akan menjalani ke...

Acara Ceremony yang membangun

Saat menyaksikan video dari live youtube, karena HP tiba-tiba tidak bisa masuk zoom. Maka di gunakanlah cara ini.  Pada dasarnya ilmu menulis akan dapat di tularkan dari seorang guru kepada muridnya, bila guru tersebut juga rajin membaca buku yang akan di lihat oleh murid dan akan di ikuti nya. Banyak karya dari penulis yang sudah tiada tapi tulisannya masih bisa kita baca sampai sekarang bahkan Sangat menginspirasi.  Pak Wijaya Kusuma atau sering di sapa Omjay, mengemukakan alasannya mengapa kita sebaiknya menuliskan apapun yang terjadi setiap hari , dan benar saja ketika saya mencoba menuliskan apapun yang saya alami maka akan terasa lebih ringan, tidak emosian, terlihat lebih berhati-hati dalam bertutur di masyarakat. Dan semboyan yang saya dengar saat live tadi adalah " Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi". Menulis juga sebagai obat, karena bila sedang merasa sakit dan memang terlihat sepertinya omjay sedang kurang sehat, tapi beliau mengatakan bahwa diri...

konsumen prioritas

Melihat jarum bensin di motor hampir merah, lalu saya bergegas ke SPBU dulu sebelum ke sekolah, saat memasuki gerbang terlihat antrean panjang. Saya bertanya pada orang terakhir dari antrean tersebut, "mas apakah sampe di gerbang ini yah pertamax? ". Tapi orang tersebut malah menunjuk antrean untuk pertamax, sayapun langsung masuk tanpa mengantri karena memang hanya saya saat itu yang antri. Langsung di depan mesinnya, di layani ,bayar langsung pergi lagi dan meninggalkan antrean yang masih panjang. " Ooooh..... Serasa konsumen prioritas ".

merasa hebat itu bahaya atau keharusan

Dalam satu lingkup dunia kerja, ternyata merasa lebih hebat adalah suatu keharusan sekaligus kesalahan. Mengapa demikian?  Bila ada suatu moment saat di beri kesempatan untuk memegang suatu pekerjaan dan atau perubahan dalam pekerjaan tersebut serta berisiko, pastinya semua hal akan mempunyai dampak. Ketika merasakan bahwa diri kita sudah hebat, maka teman sekeliling tidak akan mau membantu,walaupun kita merasa kesulitan, atau mungkin karena merasa diri kita sudah hebat akhirnya mencemooh atau mentertawakan orang lain, sekalipun hanya candaan, tetap hal tersebut akan membuat kita tidak akan di bantu atau bahkan mungkin karena kita merasa sudah hebat, lalu merasa tidak akan butuh orang lain, waaah.... Hal tersebut lebih salah lagi, jadi pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang dibutuhkan dan membutuhkan orang lain, jadi alangkah bijaksana nya bila semua kemahiran, kehebatan, ataupun pengetahuan yang kita punya, adalah karena orang lain belum mempelajarinya atau belum mengalam...

Dengan menulis, menjadi faham arti tanggungjawab

Pagi ini udara terasa dingin menusuk tulang, inginnya tarik selimut dan lanjut menghangatkan diri.  Tapi, tergambar dalam ingatan wajah-wajah siswa yang berusaha datang sekalipun hujan, ada yang diantar dengan mobil, sepeda motor, ataupun jalan kaki dengan memakai jas hujan, bukankah mereka juga kedinginan saat bangun tidur, mandi bahkan untuk sampai ke sekolah, tapi ternyata guru yang mereka ingin temui dan siap menerima bimbingan nya tidak ada, bagaimana perasaan mereka?. Hal inilah yang membuatku bersemangat dan melepaskan semua ego dan kepentingan diri sendiri. Akupun bergegas mempersiapkan diri, mengambil bahan ajar yang sudah kupersiapkan semalam di laptop.  Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam, aku keluarkan motor yang biasa di pakai setiap hari dan sudah cukup lama menemaniku bertugas, jas hujan  kupakai untuk melindungi diri yang sudah tidak muda lagi, serta harta yang sangat berharga untuk guru saat ini yaitu laptop.  Sepanjang perjalanan, wajah ini di...

Ketika senja

Sore menjelang malam, rutinitas ku setiap sore adalah berjalan-jalan sekitar rumah, kadang mencari makanan, cemilan atau apapun. Sehingga ketika pulang tepat menjelang magrib, pasti semua anak-anak dan bapaknya pasti sudah kumpul. Rumah selalu ramai, maklum anakku paling banyak diantara keluarga ku. Bahkan sampai ada tetangga yang menjuluki kami seperti ayam, karena saat pagi hari semuanya pergi, dari yang berangkat subuh, sampai terakhir jam 07.00,karena aku sendiri sudah berangkat dari jam 06.00 ke sekolah, biasa tugas mencerdaskan anak bangsa.  Ada yang lain hari ini, kulihat ada 2 orang lagi anakku yang belum pulang, karena masih ada tugas tambahan katanya di tempat les nya, maklum dia bercita-cita masuk kedokteran katanya, jadi belajar dan lesnya ektra. Sementara adiknya sedang hattam tahfiz atau sedang mengikuti kenaikan tingkat di pengajiannya. Bapaknya seperti biasa, sudah mandi siap-siap ke masjid, duduk di ruang tamu sambil minum teh hangat ditemani cemilan yang tadi aku ...