merasa hebat itu bahaya atau keharusan

Dalam satu lingkup dunia kerja, ternyata merasa lebih hebat adalah suatu keharusan sekaligus kesalahan. Mengapa demikian? 
Bila ada suatu moment saat di beri kesempatan untuk memegang suatu pekerjaan dan atau perubahan dalam pekerjaan tersebut serta berisiko, pastinya semua hal akan mempunyai dampak. Ketika merasakan bahwa diri kita sudah hebat, maka teman sekeliling tidak akan mau membantu,walaupun kita merasa kesulitan, atau mungkin karena merasa diri kita sudah hebat akhirnya mencemooh atau mentertawakan orang lain, sekalipun hanya candaan, tetap hal tersebut akan membuat kita tidak akan di bantu atau bahkan mungkin karena kita merasa sudah hebat, lalu merasa tidak akan butuh orang lain, waaah.... Hal tersebut lebih salah lagi, jadi pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang dibutuhkan dan membutuhkan orang lain, jadi alangkah bijaksana nya bila semua kemahiran, kehebatan, ataupun pengetahuan yang kita punya, adalah karena orang lain belum mempelajarinya atau belum mengalami nya. Seandainya orang yang kalian cemooh, di tertawakan, ataupun belajar dan minta bimbingan , belajar lebih awal dari kita, pasti kita yang belajar dari mereka. 
Tapi akan berbeda bila kita diminta menampilkan, menunjukkan kinerja. Maka sudah seharusnya hal terbaiklah yang akan kita selesai kan. Karena level seseorang dapat di lihat dari kinerjanya. 
Dengan bersemangat, keinginan tahuan, kolaborasi dan tidak kalah penting, yaitu adab atau attitude. Sebab banyak orang pintar tapi kurang memahami kepintaran nya, karena apa? Yaitu tadi adabnya kurang. Ilmunya tidak dipakai untuk kemaslahatan masyarakat. Justru cendrung berhitung untung rugi. Sehingga mengabaikan tujuan utama dari ilmu, yaitu ilmu adalah cahaya hati. 
Itulah dua hal yang saling bertolak belakang tapi akan menunjukkan level diri kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanan akhirnya berubah

Ketika senja