Pada Subuhku

Tubuh yang sudah tidak muda ini terbangun saat semuanya masih terlelap, mata yang sudah terbelalak tidak bisa di pejamkan lagi, begitulah susana diriku di subuh hari seperti ada alarmnya. Suasana dingin tidak menyurutkanku untuk pergi berwudhu, dihamparkan sajadah hijau dan di kenakannya mukena ungu pemberian anak yang sekarang tinggal di kota lain. 
Dalam sujudku, semua berpasrah hanya padaNya pemberi kehidupan, pemberi rejeki dan maha pengampun, itulah yang membuatku berdo'a penuh harap, agar di berikan kekuatan untuk menjalani kehidupan ini. 
Tanpa di minta anak-anak akupun selalu mendoakan mereka agar semuanya sukses, di berikan kekuatan dan kemudahan dalam segala urusan dan keselamatan dunia akhiratnya. 
Mengapa hal seperti ini selalu kulakukan, karena dulunya orang tuaku pun melakukan hal yang sama untuk anak-anak nya. 

Subuh adalah merupakan awal permulaan kehidupan setelah manusia mati sementara, yaitu tidur semalaman. Maka betapapun manusia akan menjalani kehidupan ini adalah tergantung di subuh harinya, karena bila mereka melaksanakan nya dengan ikhlas maka akan berbuah kebaikan yang akan kembali pada dirinya. Apalagi bila sebelumnya di iringi dengan sholat sunah , hal tersebut melebihi kebaikan seisi dunia ini. Hal itu yang pernah ku dengar dari salah seorang pendakwah di negeri ini. 

Rutinitas pun mulai ku jalani, dari urusan rumah, pekerjaan, sekolah anak-anak, hingga sarapan sang suami segera ku siapkan.

Bertemu dengan tetangga walau hanya sekedar tegur sapa, hal ini juga merupakan penyambung tali silaturahmi, karena sejatinya tetangga adalah saudara terdekat kita dibandingkan dengan saudara kandung kita yang posisi nya jauh dari rumah kita. 

Bila subuhku di mulai dengan hal baik berpasrah diri padaNya maka akan melahirkan keikhlasannya sehingga dapat mengurangi stress, karena keinginan yang tidak terpenuhi.

 "Yaaa.... Robbi, pengatur kehidupan ini. Aku yakin bahwa engkau tidak akan membiarkan hambaMu ini kelaparan, berilah kecukupan dan berikanlah kekuatan mengatasi kesulitan.

Hamba yakin semua yang terjadi pada diri ini adalah ketentuan dari Mu. Maka dari itu kuatkan lah diri ini menjalani nya " Mungkin do'a seperti ini adalah hal yang biasa, tapi akan menjadi luar biasa bila di lakukan nya dengan keikhlasan dan kepasrahan, bukan hanya sekedar ucapan di bibir. 
Aamiin.... 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanan akhirnya berubah

Ketika senja